KINUNANG, MINAHASA — Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (FMIPAK) Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan survei lokasi kegiatan Sustainable Development Goals (SDGs) pada Desa Binaan FMIPAK Tahun 2026 di Desa Kinunang, Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi potensi, kondisi, dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program pengabdian kepada masyarakat yang direncanakan berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Survei ini diikuti oleh pimpinan FMIPAK UNIMA, yang terdiri atas Dekan Prof. Dr. Mokosuli Yermia Semuel, S.Si., M.Si., Wakil Dekan I Mercy M. F. Rampengan, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D., Wakil Dekan III Dr. Nova L. I. M. Ogi, S.Pi., M.Si. serta perwakilan dosen dari Jurusan Biologi, Kimia, Fisika, dan Pendidikan IPA. Keterlibatan berbagai bidang keilmuan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya program yang terintegrasi, sesuai kebutuhan masyarakat, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Mengidentifikasi Kondisi dan Kebutuhan Desa
Dalam kunjungan tersebut, tim FMIPAK UNIMA bertemu dengan perangkat Desa Kinunang, Ibu Fitriani Piter, yang memberikan gambaran mengenai kondisi umum desa, potensi wilayah, mata pencaharian penduduk, serta berbagai kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
Desa Kinunang memiliki sekitar 380-an penduduk dengan mata pencaharian utama sebagai petani, nelayan, dan pekerja tambang. Karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengidentifikasi program yang relevan, khususnya dalam bidang pendidikan, pengembangan potensi wisata, penerapan teknologi tepat guna, dan pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi tim untuk mendengarkan secara langsung kondisi dan kebutuhan desa sehingga program yang dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
Pendidikan Menjadi Salah Satu Perhatian Utama
Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam survei ini adalah kondisi pendidikan di Desa Kinunang. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh tim, desa ini hanya memiliki satu sekolah, yaitu SD BPD Kinunang, yang berstatus sekolah swasta.
Kondisi tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Sekolah tersebut memiliki satu guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara guru bantu pada umumnya masih memiliki latar belakang pendidikan SMA/SMK. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui akses pendidikan lanjutan dan program peningkatan kompetensi.
Setelah bertemu dengan perangkat desa, tim melanjutkan survei ke SD BPD Kinunang dan berdialog dengan Kepala Sekolah, Ibu Deviana Sikendo, S.Pd. Pertemuan tersebut bertujuan memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kondisi sekolah, siswa, guru, serta tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pembelajaran.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan, muncul pula gagasan untuk memperkenalkan peluang melanjutkan studi melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan program microcredential di UNIMA. Kedua jalur tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengembangan kompetensi bagi masyarakat, khususnya tenaga pendidik yang ingin meningkatkan kualifikasi atau memperoleh kompetensi tambahan sesuai ketentuan program yang berlaku.
Inisiatif ini mencerminkan peran perguruan tinggi bukan hanya sebagai penyelenggara pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memperluas kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Empat Fokus Awal Program Desa Binaan
Berdasarkan hasil pertemuan dan identifikasi awal di lapangan, tim FMIPAK UNIMA mengarahkan pembahasan pada empat bidang utama yang berpotensi dikembangkan dalam kegiatan Desa Binaan Tahun 2026.
1) Bantuan dan Penguatan Pendidikan.
Program ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kapasitas guru, serta perluasan informasi mengenai peluang pendidikan lanjutan dan peningkatan kompetensi melalui UNIMA.
2) Pengelolaan dan Pengembangan Wisata.
Potensi wisata desa akan dikaji sebagai peluang untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Pendekatan yang direncanakan perlu mempertimbangkan potensi lokal, pelestarian lingkungan, keterlibatan masyarakat, dan keberlanjutan pengelolaan destinasi.
3) Pengembangan Budaya Hidroponik.
Pengenalan budidaya hidroponik berpotensi menjadi sarana edukasi sains sekaligus alternatif budidaya tanaman yang dapat dikembangkan oleh masyarakat maupun lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga dapat memperkenalkan teknologi pertanian sederhana yang relevan dengan pemanfaatan sumber daya lokal.
4) Pemanfaatan Energi Surya.
Pengenalan teknologi tenaga surya menjadi salah satu gagasan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang energi terbarukan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk penerapan akan disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi lokasi, dan kelayakan teknis.
Keempat bidang tersebut masih menjadi fokus awal yang akan dikembangkan berdasarkan hasil survei, diskusi bersama pemerintah desa dan pihak sekolah, serta kemampuan dan kepakaran tim multidisiplin FMIPAK UNIMA.
Brainstorming untuk Menyusun Program yang Tepat Sasaran

Setelah melakukan pertemuan dengan perangkat desa dan pihak sekolah, tim FMIPAK UNIMA melaksanakan brainstorming awal untuk membahas informasi yang diperoleh selama survei. Diskusi ini menjadi bagian penting dalam memetakan permasalahan, menentukan prioritas, dan menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan potensi keilmuan yang dimiliki masing-masing jurusan.
Melalui kolaborasi dosen dari bidang Matematika,Biologi, Kimia, Fisika, dan Pendidikan IPA, program diharapkan dapat dirancang secara terpadu. Pendekatan multidisiplin tersebut membuka peluang untuk menggabungkan pendidikan sains, inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi desa dalam satu rangkaian kegiatan.
Survei ini juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, serta satuan pendidikan. Dengan demikian, kegiatan yang akan dilaksanakan dapat bertolak dari kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan dan memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Komitmen FMIPAK UNIMA Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Kegiatan Sustainable Development Goals pada Desa Binaan FMIPAK Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Desa Kinunang. Kegiatan ini diharapkan menjadi wujud kontribusi FMIPAK UNIMA dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi wisata, penerapan teknologi budidaya, dan pengenalan energi terbarukan.
Melalui program ini, FMIPAK UNIMA berupaya menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi bagi pelaksanaan program yang relevan, partisipatif, serta memberikan dampak positif bagi pembangunan Desa Kinunang.
FMIPAK UNIMA — Menghadirkan Ilmu Pengetahuan untuk Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan.
