Berantas Pungli di FMIPAK Unima

Sebagai Ketua Umum BEM FMIPAK UNIMA, saya Yosia Lonteng melihat untuk isu pungutan liar ini memang tidak bisa dianggap hal sepele. Bukan hanya berbicara tentang nominal, tapi tentang keadilan dan bagaimana mahasiswa diperlakukan di dalam kampus. Tentunya dari saya pribadi dengan tegas menolak segala bentuk pungli maupun gratifikasi yang ada di kampus Unima khususnya di lingkungan Fakultas MIPAK Unima. Bahwasannya Kampus harus jadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar, bukan malah menambah beban mahasiswa dengan hal-hal yang tidak jelas, apalagi hanya untuk menguntungkan satu pihak/individu.

Untuk di FMIPAK sendiri, sejauh yang kami rasakan dan pantau, praktik pungli sudah tidak ada. Tentunya ini menjadi hal yang sangat baik, dan menurut saya penting untuk kita jaga bersama supaya kondisi ini tetap bersih ke depannya.

Sebagai BEM dalam fungsinya, kami tidak akan tinggal diam, karena kami lahir dari mahasiswa oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa.
Kami siap mengawal dan menjadi tempat aspirasi bagi teman-teman mahasiswa untuk menyampaikan keluhan kalau masih ada hal-hal maupun praktik-praktik yang dirasa tidak sesuai sebagaimana mestinya, dan mengajak agar mahasiswa tidak perlu
takut untuk bersuara.

Terkait langkah tegas dari Rektor UNIMA Dr. Joseph Philip Kambey, S.E., M.B.A., Ak, sejak dilantik salah satu visi pak Rektor adalah memberantas Pungli di kampus Unima. Pada 12 Maret juga pak Rektor menginisiasi Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja mendukung ZI/WBK. Sehingga melihat itikad baik perubahan sebagai visi pak Rektor tentu kami BEM FMIPAK Unima dan secara pribadi sebagai ketua BEM sangat mengapresiasi kinerja dari Rektor Unima.
Mengapresiasi juga semangat Dekan FMIPAK Unima Prof. Dr. Yermia S. Mokosuli, S.Si., M.Si., CIIQA yang semangat menindaklanjuti pemberantasan Pungutan Liar di lingkungan FMIPAK Unima, bahkan membenahi celah-celah gratifikasi dalam bentuk apapun termasuk uang konsumsi.
Ini menunjukkan bahwa pimpinan serius dan tidak main-main dalam memberantas pungli di lingkungan kampus. Ketegasan seperti ini memang dibutuhkan supaya ada efek jera dan perubahan nyata. Saya berharap langkah ini bisa terus dijalankan secara konsisten, bukan hanya sekarang, tapi ke depannya juga. Karena untuk benar-benar menciptakan kampus yang bersih, dibutuhkan komitmen bersama dan pengawasan yang terus berjalan sebagai tanggung jawab kita bersama.
Dan terakhir berharap juga agar Satuan Pengawasan Internal (SPI) bisa bekerja secara optimal terkait isu ini.

Facebook
WhatsApp
Telegram
X
LinkedIn
Email

Written by