Kolaborasi Internasional Dorong Pengabdian Kimia melalui Praktikum Kimia Efektif, Hemat, dan Aman di SMA Negeri 2 Tareran

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Manado melalui dosen Kimia, Stefan Marco Rumengan, M.Si., bersama tim dan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Praktikum Kimia Efektif, Hemat, dan Aman melalui Small Scale Laboratory di SMA Negeri 2 Tareran”. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama melalui LUPIC (Leading University Project for International Cooperation)–Sogang University, Korea Selatan, yang mendorong penguatan inovasi pembelajaran sains dan kolaborasi pendidikan lintas negara.

Kegiatan ini hadir sebagai respons terhadap salah satu tantangan pembelajaran kimia di sekolah, yaitu keterbatasan alat dan bahan praktikum. Melalui pendekatan small scale laboratory, guru dan siswa diperkenalkan pada model praktikum yang menggunakan alat berukuran kecil dan bahan dalam jumlah terbatas. Pendekatan ini memungkinkan praktikum dilakukan secara lebih efektif, hemat, aman, dan mudah diterapkan, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada fasilitas laboratorium konvensional.

Hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan bahan food grade yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak membuktikan bahwa eksperimen kimia tidak selalu membutuhkan bahan laboratorium yang mahal dan sulit diperoleh. Salah satu eksperimen yang dilakukan adalah “Balon Kimia” pada materi laju reaksi menggunakan asam sitrat, cuka, dan soda kue. Reaksi tersebut menghasilkan gas karbon dioksida (CO₂) yang menyebabkan balon mengembang. Fenomena sederhana ini kemudian digunakan sebagai titik awal bagi siswa untuk mengamati, memprediksi, mengumpulkan data, membandingkan hasil, dan menjelaskan faktor yang memengaruhi laju reaksi.

Pendekatan tersebut membuat pembelajaran kimia menjadi lebih dekat dengan kehidupan siswa. Mereka tidak hanya menerima konsep melalui penjelasan guru, tetapi mengalami secara langsung proses ilmiah melalui eksperimen. Kegiatan dirancang untuk mendukung pembelajaran bermakna (deep learning) dengan mengintegrasikan kemampuan mengamati, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam kelompok.

Kepala SMA Negeri 2 Tareran, Nancy Vonny Berhandus, S.Th., M.M., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Penerapan small scale laboratory dinilai memberikan alternatif bagi sekolah untuk meningkatkan intensitas praktikum meskipun terdapat keterbatasan sarana dan bahan. Guru Kimia SMA Negeri 2 Tareran, Novel Nery Pojoh, S.Pd., Gr., juga memberikan dukungan terhadap kegiatan ini karena metode yang diperkenalkan dapat dikembangkan kembali dalam pembelajaran kimia dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dan tetap memperhatikan keselamatan kerja.

Dosen pelaksana, Stefan Marco Rumengan, M.Si., menjelaskan bahwa inovasi small scale laboratory tidak hanya berbicara mengenai pengurangan skala alat dan bahan, tetapi juga bagaimana mengubah pengalaman belajar siswa menjadi lebih aktif dan bermakna. “Kita ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan berarti keterbatasan untuk bereksperimen. Dengan pendekatan yang tepat, siswa tetap dapat melakukan praktikum, mengamati fenomena kimia secara langsung, dan membangun pemahaman konsep melalui pengalaman mereka sendiri,” ungkapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama tim pengabdian yang terdiri atas Stefan Marco Rumengan, M.Si., Chaleb Paul Maanari, S.Si., M.Si., Maria Parhusip, dan Fitriyanti Ganggai, dengan melibatkan mahasiswa dalam proses pelaksanaan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk nyata implementasi kerja sama LUPIC–Sogang University, Korea Selatan, dalam mendorong inovasi pembelajaran sains yang adaptif terhadap kebutuhan sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, small scale laboratory diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian, tetapi dapat menjadi model praktikum yang terus dikembangkan oleh guru dan siswa SMA Negeri 2 Tareran. Penggunaan alat sederhana, bahan yang mudah diperoleh, serta pendekatan pembelajaran yang menyenangkan diharapkan mampu menumbuhkan kembali budaya bereksperimen dan meningkatkan minat siswa terhadap kimia.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 melalui peningkatan kualitas pendidikan sains, SDG 9 melalui inovasi pembelajaran, dan SDG 12 melalui efisiensi penggunaan bahan serta pengurangan limbah praktikum. Dengan demikian, kolaborasi Unima–LUPIC Sogang University tidak hanya memperkuat jejaring internasional, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi pembelajaran di sekolah.

Facebook
WhatsApp
Telegram
X
LinkedIn
Email

Written by