Tondano — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (Fmipak) Universitas Negeri Manado (Unima) tahun 2026 tampil dengan nuansa berbeda. Tidak hanya menjadi momentum pengenalan lingkungan akademik dan kehidupan kampus, rangkaian PKKMB juga diarahkan untuk membekali mahasiswa baru dengan kompetensi digital yang relevan dengan perkembangan teknologi global, khususnya kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan pelatihan AI Ready ASEAN, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal sekaligus meningkatkan kemampuan dasar dalam memanfaatkan teknologi AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya FMIPAK UNIMA mempersiapkan mahasiswa baru agar tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memiliki wawasan dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pendidikan serta dunia kerja di era transformasi digital.

Pemanfaatan AI kini berkembang pada berbagai bidang, termasuk pendidikan, penelitian, analisis data, komunikasi, hingga pengembangan kreativitas. Karena itu, literasi AI menjadi salah satu kompetensi yang semakin penting bagi mahasiswa sejak awal memasuki pendidikan tinggi.
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa adalah keterkaitannya dengan AI Ready ASEAN, sebuah inisiatif yang membawa pembelajaran literasi AI ke dalam konteks kawasan Asia Tenggara. Dengan demikian, mahasiswa FMIPAK UNIMA diperkenalkan bukan hanya pada teknologi, tetapi juga pada perspektif kompetensi digital yang memiliki cakupan lebih luas dari lingkungan kampus. Kegiatan ini didukung penuh oleh Dekan Fmipak Unima Prof. Dr. Mokosuli Yermia Semuel, S.Si., M.Si dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Nova Laurin Isye Mourin Ogi, S.Pi., M.Si.
PKKMB dengan Orientasi Internasional
Pelaksanaan pelatihan AI dalam rangkaian PKKMB yang dilaksanakan oleh Master Trainers Yohanes Bery Mokalu, S.Pd., M.Pd. menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam penyambutan mahasiswa baru. PKKMB tidak lagi sebatas kegiatan seremonial untuk memperkenalkan fakultas, program studi, fasilitas, organisasi kemahasiswaan, dan kehidupan akademik.
FMIPAK UNIMA berupaya menjadikan PKKMB sebagai pintu awal pembentukan mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik, literasi digital, kemampuan beradaptasi, serta wawasan global.
Melalui AI Ready ASEAN, mahasiswa baru diperkenalkan pada ekosistem AI yang berkembang sangat cepat. Mereka didorong untuk memahami AI bukan sekadar sebagai alat untuk menghasilkan teks atau gambar, tetapi sebagai teknologi yang harus digunakan secara bijak, etis, kritis, dan bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena mahasiswa merupakan bagian dari generasi yang akan menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.
Bukan Sekadar Pelatihan, Mahasiswa Mendapat Sertifikat AI ASEAN
Keunggulan lain dari kegiatan ini adalah kesempatan peserta untuk memperoleh sertifikat AI Ready ASEAN setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran yang ditetapkan.
Sertifikat tersebut memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena menjadi bukti bahwa mereka telah mengikuti proses pembelajaran literasi AI dalam sebuah program yang memiliki orientasi kawasan ASEAN.
Bagi mahasiswa baru, pengalaman tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun portofolio kompetensi digital sejak semester pertama. Sertifikat juga dapat menjadi bagian dari rekam jejak pengembangan diri mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Dengan demikian, PKKMB FMIPAK UNIMA tidak hanya menghasilkan mahasiswa baru yang mengenal kampusnya, tetapi juga mahasiswa yang mulai membangun credential dan pengalaman pembelajaran yang memiliki perspektif internasional.
Memperkuat Posisi FMIPAK UNIMA di Era Digital
Pelaksanaan AI Ready ASEAN juga memperlihatkan komitmen FMIPAK UNIMA untuk merespons perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan tinggi.
Integrasi literasi AI ke dalam kegiatan mahasiswa menjadi relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pencarian dan pengolahan informasi, mendukung proses belajar, mengembangkan ide, melakukan analisis, serta meningkatkan produktivitas akademik. Namun, penggunaannya tetap membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab akademik.
Karena itu, mahasiswa tidak hanya perlu mengetahui cara menggunakan AI, tetapi juga harus memahami batasan, risiko, etika, dan pentingnya melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan teknologi tersebut.
Melalui pendekatan ini, FMIPAK UNIMA berupaya membangun budaya akademik yang tidak anti terhadap perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara cerdas untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Menyiapkan Mahasiswa Menghadapi Kompetisi ASEAN
Kegiatan AI Ready ASEAN dalam rangka PKKMB juga memiliki makna strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terbuka.
ASEAN merupakan kawasan yang terus mengalami transformasi digital. Mobilitas tenaga kerja, kolaborasi akademik, perkembangan industri teknologi, dan pertukaran pengetahuan membuat mahasiswa perlu memiliki kompetensi yang dapat diterapkan dalam konteks yang lebih luas.
Dengan memperkenalkan program berorientasi ASEAN sejak mahasiswa memasuki bangku kuliah, FMIPAK UNIMA memberikan pesan bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk bersaing di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga diarahkan untuk memiliki mindset global dan daya saing regional.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat internasionalisasi pendidikan tinggi di lingkungan UNIMA, khususnya melalui peningkatan kompetensi digital mahasiswa.
Langkah Awal Menuju Generasi Akademik Berbasis AI
Pelaksanaan AI Ready ASEAN dalam PKKMB FMIPAK UNIMA dapat menjadi titik awal bagi pengembangan berbagai program literasi AI yang lebih luas di lingkungan fakultas.
Ke depan, pengalaman mahasiswa dalam mengikuti pelatihan tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai kegiatan lanjutan, seperti pemanfaatan AI untuk pembelajaran, penelitian mahasiswa, pengembangan media pembelajaran, analisis data, hingga inovasi berbasis teknologi.
Dengan demikian, AI tidak ditempatkan sebagai teknologi yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran dan inovasi di perguruan tinggi.
Bagi mahasiswa baru FMIPAK UNIMA, pengalaman mengikuti AI Ready ASEAN bukan sekadar bagian dari rangkaian PKKMB. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi langkah pertama untuk memasuki dunia akademik dengan bekal literasi AI, sertifikasi berorientasi ASEAN, dan perspektif global.
Di tengah percepatan transformasi digital, langkah FMIPAK UNIMA ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa baru perlu dipersiapkan sejak dini untuk menjadi generasi akademik yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan berkompetisi dalam lingkungan pendidikan serta dunia kerja yang semakin terhubung secara global.

