Tondano – Kabar membanggakan datang dari Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (Fmipak) Universitas Negeri Manado (UNIMA). Tim akademisi Fmipak Unima berhasil meraih Hibah Dana Indonesia Raya dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2026 melalui kategori Penciptaan Karya Kreatif.
Keberhasilan tersebut diraih melalui karya bertajuk “Smart Talking Encyclopedia Budaya Sulawesi Utara Terintegrasi Augmented Reality, Virtual Reality, GIS Persebaran Budaya, dan Multilingual AI Recognition Assistant sebagai Media Pembelajaran di Museum Provinsi Sulawesi Utara.”
Karya ini menjadi salah satu bentuk inovasi yang memadukan teknologi digital dengan upaya pelestarian serta pengenalan budaya Sulawesi Utara. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Geographic Information System (GIS), dan teknologi multilingual diarahkan untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran budaya yang lebih interaktif, informatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Tim pelaksana terdiri atas Jakub Saddam Akbar, M.Pd. sebagai Ketua, bersama Yohanes Bery Mokalu, M.Pd. dan Andre Patanda, M.Pd. sebagai Anggota.
Hibah tersebut menjadi pengakuan atas kreativitas dan inovasi akademisi UNIMA dalam mengembangkan karya yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pelestarian budaya daerah. Integrasi berbagai teknologi digital dalam ensiklopedia budaya diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya generasi muda dan peserta didik, mengenal kekayaan budaya Sulawesi Utara dengan pendekatan yang lebih menarik dan kontekstual.
Konsep Smart Talking Encyclopedia menawarkan pendekatan baru dalam penyajian informasi budaya. Teknologi AI Recognition Assistant memungkinkan interaksi yang lebih dinamis, sementara AR dan VR dapat memperkaya pengalaman pengguna dalam mengeksplorasi objek dan informasi budaya. Di sisi lain, GIS dapat digunakan untuk memperlihatkan persebaran budaya secara geografis, sedangkan dukungan multilingual membuka peluang pemanfaatan karya tersebut oleh pengguna dari latar belakang bahasa yang lebih beragam.
Bagi Fmipak Unima, pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen fakultas dalam mendorong budaya akademik yang berkarya, berinovasi, melestarikan budaya, dan mendidik bangsa. Karya kreatif tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai produk teknologi, tetapi dapat berkembang menjadi media edukasi dan sarana pengenalan budaya Sulawesi Utara yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dekan dan civitas akademika Fmipak Unima menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim tersebut. Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus menghasilkan karya inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mengangkat potensi budaya Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional.
Melalui dukungan Hibah Dana Indonesia Raya 2026, tim Fmipak Unima berkomitmen menjadikan teknologi sebagai jembatan antara inovasi digital, pendidikan, dan pelestarian budaya. Kehadiran karya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Museum Provinsi Sulawesi Utara sebagai ruang pembelajaran budaya yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berakar pada kekayaan budaya daerah.
FMIPAK UNIMA — Unggul, Kreatif, dan Berbudaya.

