Tondano, 22 April 2026 — Dalam upaya mendorong kolaborasi berkelanjutan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPAK Universitas Negeri Manado melalui Departemen Advokasi dan Hubungan Masyarakat melaksanakan kegiatan wawancara dalam rangkah program kerja “LinkUp Pendidikan: Sekolah x Kampus“. Kegiatan ini berlangsung di SMK Negeri 3 Tondano yang ditetapkan sebagai pusat peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Provinsi Sulawesi Utara.
Momentum strategis ini turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H. serta Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP. yang menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Dalam sesi wawancara, Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Tondano, Elius Gea, M.Th., M.Pd., menyampaikan bahwa penunjukan sekolahnya sebagai pusat peresmian merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar dari kementerian.
“Kami merasa sangat terhormat atas kepercayaan ini. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta memaksimalkan pemanfaatan hasil revitalisasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen sekolah dalam membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya Universitas Negeri Manado (UNIMA). Menurutnya, kerja sama lintas jenjang pendidikan menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan relevan.
“Kami akan terus berupaya membangun kerja sama dengan kampus, terutama pada bidang keilmuan seperti jurusan bangunan dan FMIPAK. Pihak sekolah juga sangat terbuka untuk komunikasi aktif demi terwujudnya sinergi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam dialog tersebut, Kristia Lianti Pomeaan yang hadir sebagai representasi BEM FMIPAK UNIMA mengangkat isu strategis terkait keberlanjutan dampak revitalisasi. Ia menyoroti pentingnya integrasi antara hasil revitalisasi dengan pengembangan pendidikan berbasis kolaborasi bersama perguruan tinggi di Sulawesi Utara.
Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah menyampaikan langkah konkret yang akan ditempuh, antara lain melalui penguatan promosi sebagai sarana diseminasi informasi terkait revitalisasi, serta membuka diri terhadap berbagai bentuk kemitraan pendidikan.
“Kami akan mengoptimalkan promosi sebagai media informasi kepada publik, sekaligus menerima berbagai penawaran kerja sama agar proses pembelajaran semakin berkembang dan inovatif,” jelas Elius Gea.
Kegiatan ini menjadi representasi nyata peran aktif mahasiswa dalam menjembatani kepentingan pendidikan antara sekolah dan kampus. Melalui program “LinkUp Pendidikan“, BEM FMIPAK UNIMA menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan yang kolaboratif, progresif, dan berdampak luas di Sulawesi Utara.
